Bookmark and Share

MEMORY DI HATI ARNY

Posted: Monday, January 5th, 2009 at 5:57 amUpdated: Friday, January 30th, 2009 at 10:07 pm

Hujan gerimis di malam hari membawa suasana sejuk, bahkan sedikit dingin. Bau tanah yang tersiram air hujan semerbak memenuhi udara di luar kamar Arny. Rumput dan pepohonan pasti sudah sangat kenyang disiram hujan semalam suntuk. Arny terbangun dari tidurnya. Lampu kamar masih menyala. Jendela kamar masih terbuka. Angin dingin yang membangunkannya. Dari radio yang lupa dimatikan terdengar suara Freddie Jackson dalam tembangnya You are my lady.

“Ah, ketiduran lagi!” gumam Arny. Cepat ia bangkit menuju jendela. Dihirupnya bau tanah lama-lama sebelum ia menutup jendela. Dingin. Sejenak diliriknya jam di dinding. “Hmm… Baru pukul 3:00,” batin Arny. “Mengapa waktu rasanya lama sekali?”

“Glegar…”

Arny kaget. Hilang kantuknya seketika.

“Uuh geledek sialan!” umpat Arny. “Bikin kantukku hilang aja,”

Sejenak Arny termenung. Pikirannya melayang kembali jauh dua setengah tahun yang lalu. Suasananya mirip seperti ini, gerimis, dingin dan malam. Bedanya waktu itu di mobil. Kejadian yang sangat bersejarah dihidup Arny.

“Arn, gua suka ama elo,” Singkat saja Tito mengungkapkan perasaannya.

“Hah?”

“Gue bilang gue suka ama elo,”

“Hah?”

“Aduuh, kenapa aku jadi kaya orang bloon gini yach?” keluh Arny dalam hati. Ia sama sekali nggak nyangka kalo Tito suka sama dirinya. Soalnya ia tau kalau Tito pacaran ama anak 28. Arny diam.

“Gua mau elo jawabnya sekarang Arn. Soalnya kalo elo jawabnya entar entar, jawaban elo is most likely not yours,” sambung Tito.

“Lho kok?”

“Abisan kalo elo nunggu beberapa hari, pasti elo minta pendapat dari sahabat-sahabat elo. Itu kan bukan murni pikiran elo lagi, Arn,”

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Leave a Reply