Bookmark and Share

MEMORY DI HATI ARNY

Posted: Monday, January 5th, 2009 at 5:57 amUpdated: Friday, January 30th, 2009 at 10:07 pm

Arny lagi nggak ada. Ini nak Helen ya?” suara Mama menjawab telepon.

“Iya Tante. Lagi pergi kemana ya?”

“Nggak tau tuh. Tadi sama nak Tito,”

“O, ya baiklah Tante,”

Sementara itu Arny dan Tito sedang menikmati makan malam mereka di salah satu restaurant ternama di kawasan Kuningan. Ini yang keempat kalinya mereka jalan bareng sejak mereka putus.

“An, Ito rindu ama masa-masa kita masih pacaran. Inget nggak waktu Ito nembak Anies dua setengah tahun silam?”

“Seems like yesterday To. Anies inget detailnya. Waktu itu kita abis mewawancara Pak Nasution untuk koran dinding. Anies waktu itu minta dianterin pulang, eh malahan ditembak,”

“Ito tiap kali hujan gerimis, dingin dan malam inget waktu itu lho. Kita kan selesai mewawancaranya sekitar jam empatan, eh Anies sampe rumah jam sembilan malem,”

“Iya. Lima jam muter-muter Jakarta dalem mobil,”

“An, Ito pengen balik lagi deh. Kayak dulu lagi. Ito masih nggak bisa lupa saat-saat kita berdua,”

“Nggak tau deh To. Anies sih masih pengen,”

“Kalau gitu kita pacaran lagi nih?”

“Nggak ah. Beberapa bulan ini Anies udah pikir mateng-mateng,”

“Tapi kenapa An? Anies kan masih suka ama Ito,”

“Iya sih To. Tapi Anies rasa sebaiknya kita temenan aja,”

“Tapi An, Beri aku kesempatan lagi An. I promise you, this time Ito nggak akan kayak dulu lagi. Ito akuin Ito bikin salah. Tapi Ito juga belajar dari kesalahan itu An. Ito nggak akan tergelincir di lubang yang sama dua kali,”

“To, Anies akuin ini bertentangan dengan apa yang Anies mau. Tapi kadang life gives only one chance,”

“Tapi An, Ito kan …,”

“Sudahlah,” Arny memotong. “Kita temenan aja yah?”

“Tapi,”

“Please…”

“Ok deh. Ito rasa sekali Ito blew it, Ito harus hidup dengan kesalahan itu seumur hidup,”

“Ma`af To,”

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.